Senin, 18 Mei 2015

PENGERTIAN DEMOGRAFI DAN KEPENDUDUKAN

   DEMOGRAFI, secara etimology (kebahasaan) berasal bahasa Latien, kata ‘demograhie’ terdiri dari dua kata yaitu  demos dan graphien, demos artinya penduduk dan graphien berarti  catatan, bahasan tentang sesuatu. Secara etimology  makna demografi adalah catatan atau bahasan mengenai penduduk suatu daerah pada waktu tertentu

 Secara epistemology (berdasarkan ilmu pengetahuan) , pengertian demografi  tidak sesederhana seperti dalam perspektif etimology, kata demografi diberi  makna lebih spesifik tentang penduduk.

 Berdasarkan Multilingual Demographic Dictionary (IUSSP, 1982) definisi demografi sebagai berikut :

 "Demografi adalah ilmu yang mempelajari tentang penduduk terutama yang terkait dengan jumlah, struktur, komposisi dan perkembangan (perubahan) penduduk"

  Menurut Philip M Hauser dan Duddley Duncan (1959), demografi mempelajari jumlah, persebaran, territorial, dan komposisi penduduk serta perubahan-perubahannya dan sebab-sebab perubahan itu yang biasanya timbul dari natalitas (fertilitas), mortalitas, gerak territorial (migrasi) dan mobilitas sosial (perubahan status).
 
 Dua definisi tersebut menunjukkan demografi sebagai sebuah ilmu yang mempelajari penduduk yang berkenaan dengan struktur penduduk dan prosesnya. Struktur penduduk meliputi: jumlah, persebaran, dan komposisi penduduk. Struktur penduduk di suatu wilayah selalu berubah dan perubahan tersebut disebabkan karena adanya proses demografi yaitu kelahiran (natalitas= natality), kematian (mortalitas = morality) dan perpindahan penduduk (migrasi= migration). Demografi sering diidentifikasi menjadi beberapa bagian :
  • Demografi formal, demografi dengan analisis matematis tentu dengan pendekatan kuantitatif atau orang menyebut statistik penduduk. Analisis demografi ini dapat dengan mudah melakukan peramalan variabel variabel demografi berdasarkan data sensus penduduk.
  • Demografi sosial, analitisnya berdasarkan kualitatif.
  Demografi dan kependudukan sama-sama mempelajari penduduk sebagai suatu kumpulan  (agregates atau collection), bukan mempelajari  penduduk sebagai individu. Dengan demikian  yang dimaksud dengan penduduk adalah sekelompok orang yang bertempat tinggal di suatu wilayah, seperti yang termaktub dalam Undang-undang RI No. 10 tahun 1992 yaitu   penduduk adalah orang dalam matranya sebagai diri pribadi, anggota  keluarga, anggota masyarakat, warga negara dan himpunan kuantitas yang bertempat tinggal di suatu tempat dalam batas wilayah negara pada waktu tertentu.
  
  KEPENDUDUKAN, menurut UURI no. 10 tahun 1992 adalah hal ihwal yang berkaitan dengan jumlah, struktur, umur, jenis kelamin, agama, kelahiran, perkawinan, kehamilan, kematian, persebaran, mobilitas dan kualitas serta ketahanannya yang menyangkut politik, ekonomi, sosial, dan budaya.
 Kependudukan menurut Ananta (1993:22) tersebut setidaknya terdapat dua variabel yang terkait dengan kependudukan yaitu :
  • Variabel demografi yaitu  mortalitas (mortality), fertilitas (fertility) dan migrasi (migration) yang saling mempengaruhi terhadap jumlah,  komposisi, persebaran penduduk.
  • Variabel non demografi yang dimaksud misalnya pendidikan, pendapatan penduduk, pekerjaan, kesehatan, dan lain-lain. 
  Jadi, kependudukan sebagai studi (Population studies) memberikan informasi yang lebih komperhensif  mengenai sebab-akibat dan solusi pemecahan masalah dari munculnya fenomena demografi.
 
 Kependudukan sebagai sebuah multidisiplin  ilmu (studies) yang memfokuskan pada berbagai persoalan kehidupan manusia menunjukkan space kependudukan yang sangat luas. Keluasan studi kependudukan memungkinkan untuk memberikan penjelasan fenomena sosial, budaya, ekonomi, ketahanan, lingkungan fisik yang dihadapi oleh penduduk baik dalam wilayah pedesaan pertanian, pesisir maupun perkotaan.

Variabel utama demografi
v  Kelahiran (natalitas)
v  Kematian (death/mortalitas)
v  Migrasi (perpindahan)
Ketiga Variabel ini akan mempengaruhi keadaan dan komposisi penduduk (umur dan jenis kelamin).

 
Ruang Lingkup :
1.      Kuantitatif dan kualitatif
2.      Unsur-unsur demografi
3.      Teknik menghitung data kependudukan
4.      Data demografi pengukuran, teknik dan analisa serta konsekuensi
5.      Interdisciplinary science (ekonomi, geografi, psychologi, politik dsb)


Ruang Lingkup :

1.      Kuantitatif dan kualitatif
2.      Unsur-unsur demografi
3.      Teknik menghitung data kependudukan
4.      Data demografi pengukuran, teknik dan analisa serta konsekuensi
5.      Interdisciplinary science (ekonomi, geografi, psychologi, politik dsb)

Sumber Data Kependudukan

1.      Sensus Penduduk (SP)
Indonesia telah melakukan sesus pada tahun ’71, ’80, ’90, dan 2000 (SP71, SP80, SP90, dan SP2000)
Survey penduduk, yaitu diataranya :
  •   SUPAS (Survei Penduduk Antar Sensus) pada tahun 1985 dan 1995 
  • Susenas (Survei Sosial Ekonomi Nasional)
  • SKRT (Survei Kesehatan Rumah Tangga) 
  •  SDKI (Survei demografi dan Kesehatan Indonesia)

2.      Registrasi Penduduk, misalnya : Akte Kelahiran, Akta Nikah, Pembuatan KTP
Seiring dengan waktu untuk mengetahui keadaan penduduk mengalami perubahan. Info kependudukan berkaitan dengan keakuratan data, data kependudukan yang tidak akurat menyebabkan informasi yang dihasilkan salah. Padahal data tersebut digunakan sebagai perencanaan pembangunan.

 Sumber http://mayamaranatha.blogspot.com 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar